Kamis, 12 Mei 2011

KABUPATEN ROKAN HILIR


Kabupaten Rokan Hilir adalah sebuah kabupaten di Provinsi Riau, Indonesia. Ibukotanya terletak di Bagansiapiapi, kota terbesar, bersejarah, dan pernah dikenal sebagai penghasil ikan terbesar di Indonesia.
Pusat pemerintahan kabupaten berada di tengah-tengah kota, tepatnya di jalan Merdeka No 58.
Kabupaten ini mempunyai luas sebesar 8.941 km² dan penduduk sejumlah 349.771 jiwa. Rokan Hilir terbagi kepada 13 kecamatan dan 83 desa.

Sejarah                                                                                           

Rokan Hilir dibentuk dari tiga kenegerian, yaitu negeri Kubu, Bangko dan Tanah Putih. Negeri-negeri tersebut dipimpin oleh seorang Kepala Negeri yang bertanggung jawab kepada Sultan Siak.
Distrik pertama didirikan Hindia Belanda di Tanah Putih pada saat menduduki daerah ini pada tahun 1890. Setelah Bagansiapiapi yang dibuka oleh pemukim-pemukim Tionghoa berkembang pesat, Belanda memindahkan pemerintahan kontrolir-nya ke kota ini pada tahun 1901. Bagansiapiapi semakin berkembang setelah Belanda membangun pelabuhan modern dan terlengkap untuk mengimbangi pelabuhan lainnya di Selat Malaka hingga Perang Dunia I usai. Setelah kemerdekaan Indonesia, Rokan Hilir digabungkan ke dalam Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.
Bekas wilayah Kewedanaan Bagansiapiapi yang terdiri dari Kecamatan Tanah Putih, Kubu dan Bangko serta Kecamatan Rimba Melintang dan Kecamatan Bagan Sinembah kemudian pada tanggal 4 Oktober 1999 ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai kabupaten baru di Provinsi Riau sesuai dengan Undang-Undang Nomor 53 tahun 1999 dengan ibukota Bagansiapiapi.

Kecamatan

Ke 13 kecamatan tersebut adalah:
  1. Kecamatan Bangko
  2. Kecamatan Sinaboi
  3. Kecamatan Rimba Melintang
  4. Kecamatan Bangko Pusako
  5. Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan
  6. Kecamatan Tanah Putih
  7. Kecamatan Kubu
  8. Kecamatan Bagan Sinembah
  9. Kecamatan Pujud
  10. Kecamatan Simpang Kanan
  11. Kecamatan Pasir Limau Kapas
  12. Kecamatan Batu Hampar
  13. Kecamatan Rantau Kopar

Pariwisata

Kabupaten Rokan Hilir memiliki beberapa pariwisata andalan, diantaranya adalah:

Festival Bakar Tongkang

 

Upacara Bakar Tongkang adalah wisata budaya unggulan Provinsi Riau dari Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Upacara Bakar Tongkang telah menjadi wisata nasional bahkan internasional. Upacara Bakar Tongkang adalah upacara tradisional masyarakat Tionghoa di Ibu Kota kabupaten Rokan Hilir yakni Bagansiapiapi.
Ritual Bakar Tongkang merupakan kisah pelayaran masyarakat keturunan Tionghoa yang melarikan diri dari si penguasa Siam pada abad ke-19. Didalam kapal yang di pimpin Ang Mie Kui, terdapat patung Dewa Kie Ong Ya dan lima dewa, dimana panglimanya disebut Taisun Ong Ya. Patung -patung dewa ini mereka bawa dari tanah Tiongkok, dan menurut keyakinan mereka bahwa dewa tersebut akan memberikan keselamatan dalam pelayaran, hingga akhirnya mereka menetap di Bagansiapiapi.
Untuk menghormati dan mensyukuri kemakmuran dan keselamatan yang mereka peroleh dari hasil laut sebagai mata pencaharian utama masyarakat Tionghoa Bagansiapiapi, maka mereka membakar wangkang (tongkang) yang dilakukan setiap tahun. Sedangkan prosesi sembahyang dilaksanakan pada tanggal 15, 16 bulan 5 tahun Imlek.
Beberapa sumber lain menyebutkan bahwa ritual Bakar Tongkang adalah ritual pemujaan untuk memperingati hari ulang tahun Dewa Kie Ong Ya (Dewa Laut). Upacara ini memiliki ciri khas tersendiri dan tidak dapat ditemui di tempat lain di Indonesia.
Pada zaman Soeharto upacara seperti ini sempat dilarang tetapi kemudian diaktifkan kembali di era Gus Dur sampai sekarang ini.

Pulau Jemur

Pulau Jemur adalah gugusan kepulauan yang terletak di Selat Malaka, tepatnya di tengah-tengah antara perbatasan Indonesia dan Malaysia. Keindahan alam Pulau Jemur sangat memukau namun potensi tersebut masih tengah digarap.


Sabtu, 07 Mei 2011

MENGAMBIL LANGKAH SELANJUTNYA

MENGAMBIL LANGKAH SELANJUTNYA

“…Orang banyak bertanya kepadanya: "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?...Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: "Guru, apakah yang harus kami perbuat?" …Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" (Lukas 3:10,12&14a)
"Apa yg harus kami perbuat?"
Mungkin ini adalah pertanyaan yang sering kali diajukan oleh setiap umat Tuhan yang memiliki kerinduan untuk mengalami pertumbuhan rohani. Mereka sadar bahwa untuk mengalami pertumbuhan rohani pasti ada sesuatu yang harus mereka lakukan setelah mereka menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi serta memberi diri mereka untuk dibaptis.
Pada kesempatan kali ini kita akan merenungkan kebenaran Firman Tuhan yang terambil dari surat Kolose 2:6-7 yang berbunyi demikian:
"Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur."
Melalui ayat ini paling tidak ada 4 (empat) hal yang harus kita lakukan setelah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat (menjadi orang Kristen).
1.        Tetap di dalam Dia (Kristus).
Tetap didalam DIA berarti kita tetap berada didalam anugerah keselamatan yang telah YESUS KRISTUS nyatakan di kayu salib untuk menebus segala dosa-dosa kita. Dengan kata lain tidak pernah ‘mendua hati’, disatu sisi percaya kepada Yesus, tapi disisi yang lain masih juga menaruh kepercayaan kepada hal-hal yang mistis dan magis seperti perdukunan dan roh-roh jahat. Selain tidak mendua hati, orang-orang Kristen yang tetap berada di dalam DIA tidak akan ‘berpaling hati’ atau berubah iman, meninggalkan anugerah keselamatan dalam Kristus dengan alasan apapun terlebih hanya sekedar masalah ‘perut’ (baca: kebutuhan pokok).
Pada tahun 168 Masehi, seorang bernama Polycarpus menjadi martir. Jika kita melihat kejadian menjelang kematian Polycarpus, kita dapat melihat sebuah contoh dan kasih kesetiaan Tuhan kepada umat-Nya. Polycarpus merupakan pemimpin gereja di Smyrna. Ia belajar dibawah bimbingan Rasul Yohanes dan lainnya yang telah mengenal Yesus secara pribadi. Saat Polycarpus mengetahui bahwa para penganiayanya akan bersiap-siap menahannya, sahabat-sahabatnya menyembunyikan dirinya di sebuah desa. Namun usaha mereka gagal, para tentara Roma menemukan Polycarpus. Polycarpus menyalami para penangkapnya dengan hangat dan menawarkan memberikan mereka makan. Akhirnya ia dibawa dengan keledai menuju kota ke hadapan komandan militer Roma. Didepan komandan itu ia dipaksa menyangkal imannya . “Hargailah usiamu yang tua. Bersumpahlah demi ketuhanan kaisar. Bertobatlah dan katakan ‘ Persetan dengan para atheis karena mereka menolak.’ (Orang-orang Kristen disebut atheis karena mereka menolak mengakui kaisar sebagai tuhan). Para pejabat juga memberinya kesempatan terakhir untuk menyangkal Tuhan, tapi jawabnya “Saya telah melayani Kristus selama delapan puluh enam tahun , dan Ia tidak pernah menyakiti saya. Bagaimana saya dapat mengingkari Raja saya, Raja yang menjaga saya dari segala hal yang jahat sampai sekarang, dan menebus saya dalam kesetian-Nya ?”
2.        Berakar dalam DIA dan dibangun diatas DIA.
Berakar dalam DIA mengandung pengertian “pertumbuhan ke dalam” sehingga memiliki pondasi/landasan iman serta dasar-dasar kekristenan yg kuat. Sedangkan “Dibangun diatas Dia” berarti “pertumbuhan keatas” misalnya talenta yang semakin berkembang, kenaikan karier, kepercayaan yang lebih lagi, atau berkat yang dilipatgandakan, dll.
Sekalipun pertumbuhan keatas terlihat lebih ‘menarik / menggairahkan’ namun Pertumbuhan kedalam sangat penting sebagai penopang pertumbuhan keatas. Pertumbuhan keatas tanpa ditopang dengan pertumbuhan kebawah yang kuat akan menjadi labil dan mudah goyah, tidak akan kuat menghadapi rupa-rupa angin pencobaan. Perhatikanlah cara orang-orang timur tengah menanam pohon kurma di padang gurun. Setelah mereka menggali pasir, menaruh benih pohon kurma, menutupinya kembali dengan pasir, kemudian mereka menutupinya dengan batu. Sehingga ketika benih itu mulai tumbuh, tapi terhalang oleh batu maka benih itu akan bertumbuh kebawah, memperkuat akar-akar sampai ke sumber mata air. Itulah yang membuat pohon kurma tetap berdiri teguh sekalipun diterpa oleh angin atau badai pasir yang keras.
Bagaimana kita bisa berakar dalam Dia?
  1. Memiliki pengenalan pribadi yang dalam akan Tuhan Yesus
  2. Memiliki hubungan yg erat/akrab dengan Tuhan Yesus melalui saat teduh, doa, pujian & penyembahan yang menjadi gaya hidup.
  3. Menghidupi Firman Tuhan (membaca, merenungkan, melakukan serta membagikannya).
3. Bertambah teguh dalam iman.
Sebagai orang percaya, seiring dengan berjalannya waktu, semakin lama menjadi Kristen iman kita kepada Kristus seharusnya semakin bertambah teguh dan bukan sebaliknya. Untuk memastikan bahwa kita semakin bertambah teguh di dalam iman kepada Kristus, tidak ada cara lain, kita harus mempraktekkan prinsip-prinsip hidup yang sesuai dengan kebenaran firman Tuhan, antara lain :
  1. Percaya saja & taat melakukan perintah Tuhan.
  2. Peduli apa kata Tuhan bukan apa kata orang.
  3. Berjalan bukan dengan melihat apa yang kelihatan mata tetapi berjalan sesuai dengan janji Tuhan.
4.  Senantiasa mengucap syukur.
Firman Tuhan mengatakan “Mengucap syukurlah dalam segala hal dan atas segala sesuatu...”
Apabila keadaan menjadi tidak seperti yang kita bayangkan atau harapkan terjadi, mengucap syukurlah…
Apabila kita belum mendapatkan apa yang kita doakan, mengucap syukurlah…
Apabila keadaan menekan kita begitu rupa, sehingga kita merasa tertekan, bingung, bimbang, kuatir, mengucap syukurlah…
Karena mengucap syukur dapat membuka pintu-pintu berkat dan mujizat dalam hidup kita.



Tuhan Yesus memberkati.

Jumat, 18 Maret 2011

NOVENA SALAM TIGA MARIA

 DOA NOVENA

Bunda Maria, Perawan yang berkuasa, bagimu tidak ada sesuatu yang tak mungkin, karena kuasa yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepadamu. Dengan sangat aku mohon pertolonganmu dalam kesulitanku ini, janganlah hendaknya engkau meninggalkan aku, sebab aku yakin engkau pasti dapat menolong, meski dalam perkara yang sulit, yang sudah tidak ada harapannya, engkau tetap menjadi pengantara bagi Puteramu.
Baik keluhuran Tuhan, penghormatanku kepadamu maupun keselamatan jiwaku akan bertambah seandainya engkau sudi mengabulkan segala permohonanku ini. Karenanya, kalau permohonanku ini benar-benar sesuai dengan kehendak Puteramu, dengan sangat aku mohon, o Bunda, sudilah meneruskan segala permohonanku ini ke hadirat Puteramu, yang pasti tak akan menolakmu.
Pengharapanku yang besar ini, berdasarkan atas kuasa yang tak terbatas yang dianugerahkan oleh Allah Bapa kepadamu. Dan untuk menghormati besarnya kuasamu itu, aku berdoa bersama dengan St. Mechtildis yang kau beritahukan tentang kebaikan doa “Tiga Salam Maria”, yang sangat besar manfaatnya itu.
(Salam Maria……..3x)
Perawan Suci yang disebut Tahta Kebijaksanaan, karena Sabda Allah tinggal padamu, engkau dianugerahi pengetahuan Ilahi yang tak terhingga oleh Puteramu, sebagai makhluk yang paling sempurna untuk dapat menerimanya.
Engkau tahu betapa besar kesulitan yang kuhadapin ini, betapa besar pengharapanku akan pertolonganmu. Dengan penuh kepercayaan akan tingginya kebijaksanaanmu, aku menyerahkan diri seutuhnya kepadamu, supaya engkau dapat mengatur dengan segala kesanggupan dan kebaikan budi, demi keluhuran Tuhan dan keselamatan jiwaku. Sudilah kiranya Bunda dapat menolong dengan segala cara yang paling tepat untuk terkabulnya permohonanku ini.
O Maria, Bunda Kebijaksanaan Ilahi, sudilah kiranya Bunda berkenan mengabulkan permohonanku yang mendesak ini. Aku memohon berdasarkan atas kebijaksanaanmu yang tiada bandingnya, yang dikaruniakan oleh Puteramu melalui Sabda Ilahi kepadamu.
Bersama dengan St. Antonius dari Padua dan St. Leonardus dari Porto Mauritio, yang rajin mewartakan tentang devosi “Tiga Salam Maria” aku berdoa untuk menghormati kebijaksanaanmu yang tiada taranya itu
(Salam Maria……..3x)
O Bunda yang baik dan lembut hati, Bunda Kerahiman Sejati yang akhir-akhir ini disebut sebagai “Bunda yang penuh belas kasih”, aku datang padamu, memohon dengan sangat, sudilah kiranya Bunda memperlihatkan belas kasihmu kepadaku. Makin besar kepapaanku, makin besar pula belas kasihmu kepadaku.
Aku tahu, bahwa aku tidak pantas mendapat karunia itu. Sebab seringkali aku menyedihkan hatimu dengan menghina Puteramu yang kudus itu. Betapapun besarnya kesalahanku, namun aku sangat menyesal telah melukai Hati Kudus Yesus dan hatikudusmu.
Engkau memperkenalkan diri sebagai “Bunda para pendosa yang bertobat” kepada St. Brigita, maka ampunilah kiranya segala kurang rasa terima kasihku padamu. Ingatlah akan keluhuran Puteramu saja serta kerahiman dan kebaikan hatimu yang terpancar dengan mengabulkan permohonanku ini melalui perantaraan Puteramu.
O Bunda, Perawan yang penuh kebaikan serta lembut dan manis, belum pernah ada orang yang datang padamu dan memohon pertolongamu engkau biarkan begitu saja. Atas kerahiman dan kebaikanmu, aku berharap dengan sangat, agar aku dianugerahi Roh Kudus. Dan demi keluhuranmu, bersama St. Alfonsus Ligouri, rasul kerahimanmu serta pengajar devosi “Tiga Salam Maria”, aku berdoa untuk menghormati kerahimanmu dan kebaikanmu.
(Salam Maria……..3x)